NEWS
12 April 2023
Cara Memaksimalkan Pemasangan PLTS Atap. Perhatikan Komponen dan Desainnya!


Kita tahu bahwa Listrik merupakan kebutuhan primer untuk kehidupan kita. Tanpa listrik semua pekerjaan yang menggunakan peralatan elektronik akan terhambat. Meningkatnya populasi penduduk di Indonesia dan banyaknya angka konsumsi energi konvensional seperti fosil, menjadi penyebab utama pemerintah mendorong pemberlakuan transisi energi. Pemerintah Indonesia mendukung adanya transisi energi, agar keberlangsungan energi di Indonesia tetap terjaga. Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Indonesia, Indonesia ikut berkomitmen dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060. Tak hanya itu pemerintah mendorong pencapaian pengembangan energi baru terbarukan seperti pemanfaatan energi matahari.

Menuju transisi energi, apa yang kamu ketahui tentang PLTS? PLTS merupakan sumber energi terbarukan, PLTS atau singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga surya secara langsung, dalam pemanfaatannya sendiri jumlah energi cahaya matahari yang bisa diubah tergantung pada konversinya. Dalam proses pemanfaatannya energi surya mempunyai beberapa tahapan yang harus diperhatikan seperti komponen, desain, dan perizinannya.

Perlu diperhatikan energi surya memiliki sifat intermiten yang artinya tidak tersedia secara terus menerus, sehingga berpengaruh dalam listrik yang dihasilkan. Dengan adanya hal tersebut, perlu adanya baterai sebagai opsi untuk memecahkan masalah intermiten, tetapi dalam pemakaian on-grid tidak perlu menggunakan baterai sebagai penyimpanan listrik, bisa juga dipasang secara hybrid dengan jenis sumber energi yang tidak memiliki sifat intermiten. Dalam sistem PLTS sendiri terdapat 3 jenis sistem PLTS yaitu, PLTS On-Grid yaitu PLTS yang tersambung ke jaringan PLN, PLTS Off-Grid yaitu PLTS yang bekerja sendiri atau tidak tersambung dengan jaringan PLN biasa dipakai di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), dan PLTS Hybrid yaitu tersambung/terkoneksi dengan sumber pembangkit lain untuk mensuplai beban yang sama.

Komponen Dalam Pemasangan PLTS Atap

PLTS merupakan sebuah sistem pembangkit listrik yang energinya bersumber dari radiasi matahari melalui konversi sel fotovoltaik. Sistem fotovoltaik mengubah radiasi sinar matahari menjadi listrik. Sistem PLTS sendiri memiliki beberapa komponen diantaranya:

  1. Modul surya berfungsi untuk mengubah cahaya matahari menjadi listrik, yang berfungsi sebagai alat untuk menangkap cahaya matahari yang menghasilkan arus listrik DC.
  2. Struktur penyangga modul surya harus dipasang pada arah dan kemiringan tertentu agar penyerapan sinar matahari dapat diserap maksimal
  3. Inverter merupakan alat yang berfungsi mengkonversi arus dan tegangan listrik DC yang dihasilkan PLTS menjadi arus dan tegangan listrik AC
  4. Baterai (jika dibutuhkan) untuk menyimpan energi surya
  5. Sistem pengkabelan
  6. DC Combiner, digunakan untuk menghubungkan/ mengumpulkan arus dan tegangan dari rangkaian modul surya
  7. Panel distribusi berfungsi untuk mendistribusikan beban-beban listrik dari pembangkit ke pelanggan
  8. Sistem proteksi untuk melindungi peralatan dan apabila terjadi tegangan berlebih
  9. Penangkal petir untuk melindungi sambaran petir
  10. Grounding sistem berfungsi untuk mengamankan sistem kelistrikan secara keseluruhan agar salah satu output inverter (AC) memiliki potensial yang sama dengan potensial bumi (sebagai referensi titik netral).

Desain Pemasangan PLTS Atap

Dalam pemasangan PLTS Atap terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil energi listrik dari panel surya, sebelum memperhatikan faktor pemasangan PLTS konsumen harus memahami desain sistem PLTS. Desain sistem PLTS dapat mempengaruhi kinerja dan jumlah energi yang dihasilkan, oleh karena itu harus memastikan jumlah kebutuhan energi listrik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil keluaran energi listrik dari PLTS Atap yaitu:

  1. Radiasi sinar matahari atau intensitas radiasi elektromagnetik sinar matahari yang jatuh di permukaan bumi. Oleh karena itu, pengukuran langsung radiasi atau pengolahan data sekunder penting dilakukan sebelum merancang sebuah sistem PLTS. Daya keluaran dari modul fotovoltaik berbanding lurus secara proporsional dengan radiasi sinar matahari.
  2. Orientasi dan kemiringan, modul pv dalam satu rangkaian seri atau paralel harus memperhatikan orientasi, kemiringan, dan ketinggian panel yang sama. Orientasi pemasangan panel surya pada sisi utara dan selatan akan lebih optimal, kemiringan panel atau sudut kemiringan ditentukan oleh garis lintang lokasi untuk Indonesia sendiri karena terletak di dekat khatulistiwa maka yang optimal menangkap radiasi matahari 0 deg, tapi karena 0 deg dapat menyebabkan genangan air pada permukaan panel maka dianjurkan minimal 10 deg. Ketinggian panel surya yang sama dipasang pada ketinggian yang sama agar sudut pandang panel terhadap matahari sama, sehingga penyerapan  sinar matahari maksimal.
  3. Shading yang mengahalangi penyerapan sinar matahari dan shoiling yang menghalangi transmisi sinar matahari. Shading dapat mengurangi produksi energi listrik karena menghalangi akses panel surya, jika permukaan panel terkena shading maka efisiensi sel surya akan menurun sehingga dapat menurunkan kinerja PLTS.
  4. Temperatur pada modul yang dapat menyebabkan berkurangnya efisiensi modul fotovoltaik sesuai dengan koefisien temperatur dari modul. Temperatur ideal pada modul standar sebesar 25ºC, dengan rentang suhu umumnya antara 15ºC dan 35ºC.

Dari faktor-faktor diatas merupakan faktor yang mempengaruhi keluaran modul. Untuk memaksimalkan intensitas matahari yang diserap oleh PV, maka perancangan harus memperhatikan faktor-faktor tersebut. Perlu diperhatikan lagi PLTS merupakan pembangkit listrik yang memiliki prospek yang baik untuk mendorong adanya transisi energi. Dengan memperhatikan komponen dan desainnya diharapkan konsumen bisa lebih memahami terkait pemasangan instalasi PLTS atap. Dalam pemasangan PLTS atap bisa dilakukan oleh pihak yang profesional, yang berfungsi sebagai penyedia layanan jasa pemasangan PLTS dengan memperhatikan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pemasangan PLTS. (Dhea Sugiyanti)